Jumat, 18 November 2011

Masjid Agung mewah bernuansa Arab

Tidak lama lagi Kalimantan Barat akan memiliki Masjid Agung mewah bernuansa Arab. Pembangunan masjid sudah masuk tahap kedua. Masjid Agung Kalbar atau yang dulunya disebut Masjid Raya Mujahidin Pontianak," kata Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Agung Kalbar, Oesman Sapta Odang, kepada media, Jumat 18 November 2011.

Oesman menjelaskan, munculnya gagasan untuk membangun masjid agung setelah Wali Kota Pontianak, Sutarmidji datang berkunjung. Disampaikan bahwa saat ini umat muslim di Kalbar cukup banyak. Tapi masjid besar yang sangat dibanggakan belum ada. Menurut Oso , gagasan membagun masjid agung di Kalbar itu mendapat sambutan postif dari Gubernur Kalbar, Cornelis. Sumbangan awal senilai Rp20 miliar dari anggaran APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan digelontorkan.

Saat ini, dana yang sudah terkumpul untuk membangun masjid agung itu sebesar Rp45 miliar. Sumbangan dari Pemprov Kalbar Rp20 miliar, dan dari Pemkot Pontianak Rp15 miliar. Saya sendiri menyumbang Rp20 miliar dan sumbangan dari masyarakat secara sukarela dan pengusaha serta para donatur," kata Oso.

Sebagai ketua pantia pembangunan, Oesman menargetkan pembangunan Masjid Agung Kalbar itu akan selesai selama 18 bulan. Sementara itu, menurut Ketua Pelaksana Harian Pembangunan Masjid Agung Kalbar, Sutarmidji, pembangunan masjid itu masih membutuhkan anggaran Rp30 miliar hingga Rp40 miliar lebih dari total anggaran Rp84 miliar. Bangunan baru Masjid Raya Mujahidin direncanakan dibangun dalam dua lantai. Dibangun dengan arsitektur khas Kalbar dan ikon Kota Pontianak. Masjid itu dapat menampung jamaah hingga 8.000 jamaah.