Kamis, 12 Desember 2013

Lionel Messi Di Tunggu Aksinya Di Piala Dunia 2014

Salah satu pemain yang ditunggu pada Piala Dunia 2014 adalah Lionel Messi bersama Argentina. Bintang Barcelona itu pun mengungkapkan tak ada laga Piala Dunia yang mudah meski timnya masuk grup yang relatif mudah.

Usai undian hari Jumat lalu, Argentina masuk ke Grup F. "Tim Tango" akan menghadapi juara Afrika, Nigeria, wakil Asia, Iran, serta tim debutan, Bosnia-Herzegovina. Di atas kertas, sudah tentu Argentina bukan tandingan ketiga tim di atas. Meski begitu, Messi mengatakan timnya tetap harus berjuang keras agar bisa menembus babak 16 besar.

"Saya senang bisa menghadapi lawan-lawan seperti ini," tulis Messi dalam akun resminya di jejaring sosial Weibo. "Di balik semua pembicaraan, tidak ada pertandingan yang mudah di Piala Dunia. Seluruh grup rumit," tambahnya singkat.

Messi sendiri saat ini tengah berjuang pulih dari cedera hamstring yang dideritanya saat membela Barca. Pemain 26 tahun ini diprediksi sudah bisa kembali merumput pada akhir Januari 2014 mendatang.

Performa Messi bersama Argentina sendiri terus meningkat. Sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2014 zona CONMEBOL, pemain terbaik dunia empat tahun belakangan itu mencetak 10 gol dan membawa Argentina jadi pemuncak klasemen.

Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2014.

Senin, 04 November 2013

Sopir Travel Mabuk Saat Mengemudi

Berdalih ingin kuat saat mengemudi, salah seorang sopir travel jurusan Jawa-Bali, Rahmad Subandi (40), warga Desa/Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, nekat mengisap sabu di rumah istri mudanya. Akibatnya, pria bertato ini ditangkap petugas Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Situbondo, Senin (4/11/2013). 

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa satu paket sabu seberat 0,32 gram, serta sejumlah alat menghisap serbuk putih dari rumah tersangka Rahmad Subandi. Selanjutnya, tersangka berikut sejumlah BB itu langsung diamankan ke Mapolres Situbondo.

“Saya terpaksa mengonsumsi sabu-sabu untuk menambah tenaga saat mengendarai mobil travel. Sebab, dengan mengonsumsi sabu-sabu saya kuat, tidak tidur selama satu malam. Sedangkan 1 paket SS itu saya beli dari seseorang di Bali dengan harga Rp 1 juta setiap paketnya,” kata Rahmad Subandi kepada penyidik.

Kasat Reserse Narkoba Polres Situbondo, AKP Priyo Purwandito mengatakan, tersangka Rahmad Subandi merupakan target operasi lama Polres Situbondo.

Penangkapan Rahmad berkat informasi dari warga setempat. Petugas kemudian menggerebek rumah istri muda Rahmad dan mendapati tersangka sedang mengisap sabu.

Menurut Priyo, tersangka akan dijerat Pasal 111 ayat 1 jo 131 jo 127 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 4 tahun penjara. ”Saat digerebek, tersangka masih dalam pengaruh narkoba. Ia mengaku sering mengonsumsi sabu sehari sebelum mengemudikan mobil travelnya,” pungkasnya.

Baca juga: Cerita Tiga Puluh Tahun Menangis.

Senin, 28 Oktober 2013

kasus Penyalahgunaan Anggaran Oleh PNS

Beberapa pekan belakangan ini, kasus penyalahgunaan anggaran oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI satu per satu mulai dibongkar. Hampir semua kasus terjadi di rentang masa pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Kemudian, apakah terungkapnya kasus korupsi yang berturut-turut ini mengarah pada satu sasaran utama, yakni Foke (sapaan akrab Fauzi)? Menjawab pertanyaan tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hanya tertawa lepas. "Ha-ha-ha, ada-ada aja lo," jawab Basuki kepada wartawan, di Balaikota Jakarta, Senin (28/10/2013).

Sedikitnya, sepuluh PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak penegak hukum, baik Kejaksaan Agung maupun Kejaksaan Negeri masing-masing wilayah. Keseluruhannya dinyatakan melakukan tindakan korupsi yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Menurut Basuki, Pemprov DKI tidak bisa mengintervensi apabila pihak berwenang ingin memeriksa PNS DKI. Selain itu, kata dia, Kejaksaan tidak perlu izin darinya maupun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menelusuri aliran dana para pegawai DKI. Sementara apabila pihak Kejaksaan akan memeriksa Jokowi dan Basuki, terlebih dahulu, itu harus melalui izin Presiden RI.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Bupati Belitung Timur itu membantah adanya kesepakatan dan kesengajaan pengungkapan yang dilakukan antara Pemprov DKI dan Kejaksaan.

Sekadar informasi, pada tanggal 11 Oktober 2013 lalu, Pemprov DKI Jakarta memberikan hibah berupa alat kesehatan untuk Rumah Sakit Adyaksa milik Kejaksaan Agung di Ceger, Jakarta Timur. Rumah sakit ini akan dipergunakan untuk merawat pasien umum maupun para tersangka yang sakit. Peralatan kesehatan yang dihibahkan itu meliputi computerised tomography scan atau CT scan.

Selain itu, Pemprov DKI juga siap memberikan bantuan sumber daya manusia (SDM) untuk operasional RS Adyaksa. Bantuan-bantuan itu diharapkan dapat berjalan ketika rumah sakit tersebut akan dibuka pada Januari 2014.

Seolah mendapatkan suntikan energi, selang dua hari setelah pemberian bantuan itu, Kejari Jakarta Timur menangkap Lurah Ceger Fanda Fadly Lubis dan Bendahara Kelurahan Ceger Zaitul Akmam. Keduanya ditangkap terkait dugaan penyelewangan dana APBD DKI Rp 450 juta.

Namun, Basuki membantah ada "pertukaran" jasa antara Pemprov DKI bersama Kejaksaan Agung, terkait penangkapan itu.  "Enggak ada hubungannyalah. Kalau ada, berarti namanya menghina Kejagung. Masak Kejagung bekerja berdasarkan kita, gila apa?" ujar Basuki.

Selain Lurah dan Bendahara Ceger, sepuluh PNS DKI lainnya juga telah ditetapkan Kejaksaan menjadi tersangka, mulai dari mantan Kepala Dinas Kebersihan Pemprov DKI Eko Bharuna (EB) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil toilet VVIP besar dan kecil di Dinas Kebersihan Pemprov DKI tahun 2009.

Kejagung juga menetapkan status tersangka kepada mantan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas kebersihan Provinsi DKI Lubis Latief (LL) selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Aryadi (A). Kemudian, pada 13 September 2013, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menetapkan MM sebagai tersangka penyalahgunaan anggaran proyek kelistrikan di Kepulauan Seribu tahun 2012 senilai Rp 1,3 miliar.

Pada hari yang sama, Kepala Seksi Perawatan UPT Kelistrikan Kabupaten Kepulauan Seribu, SBR, juga ditetapkan sebagai tersangka kasus yang sama. Selanjutnya, ada tiga pejabat struktural Pemprov DKI Jakarta yang terjerat kasus penyalahgunaan anggaran. Mereka adalah Kepala Suku Dinas Tata Ruang Jakarta Selatan, RS, yang menjadi tersangka kasus korupsi perizinan, Kasudin Kominfomas Jakarta Pusat, RB, dan Kasudin Kominfomas Jakarta Selatan, YI, yang menjadi tersangka karena penyalahgunaan anggaran proyek pengadaan kamera pengawas dan sarana pendukungnya di Monumen Nasional oleh Kejari Jakarta Pusat.

Mantan Lurah Pulogadung (TY) dan Bendahara Kelurahan Pulogadung (NS) resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Mereka diduga melakukan penyelewengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2012 sebesar Rp 600 juta.

Baca juga: Unsur-Unsur Negara Dan Wilayah Negara.

Senin, 25 Maret 2013

Samsung Galaxy S4

Samsung Galaxy S4 yang diluncurkan di New York beberapa waktu lalu ternyata berhasil menarik minat banyak orang untuk segera memilikinya. Ubergizmo melaporkan, sejumlah pengguna iPhone di negara Paman Sam itu tergiur membeli Galaxy S4.

Situs tersebut mengungkapkan bahwa tingkat peralihan dari iPhone ke Galaxy S4 meningkat hingga 194% sejak peluncurannya. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding peralihan dari iPhone ke Galaxy S3.

"Berdasarkan laporan dari rekan kami, serta berita-berita peluncuran produk milik HTC (One), BlackBerry (Z10), dan kini Samsung (Galaxy S4), kami berprasangka bahwa kilau iPhone kini kian redup," ujar Colin White, Managing Director SellCell.com.

Colin juga menambahkan bahwa data yang SellCell dapatkan merupakan hasil dari penggunanya yang menuliskan sendiri pengalamannya untuk menukar iPhone dengan Galaxy S4. Colin yakin hal ini terjadi karena smartphone lain, misalnya, Galaxy S4 dan HTC One, memiliki banyak fitur canggih yang tak ada di iPhone.