Minggu, 28 November 2010

Mafia Pajak Gayus Tambunan

Publik diminta tidak hanya fokus pada masalah kasus terdakwa Mafia Pajak Gayus Tambunan. Selain Gayus, ada banyak mafia-mafia lainnya yang perlu diungkap.

"Kalau memandang kasus Gayus seperti bicarakan buih di lautan saja, padahal lautannya masih luas," kata Direktur Pusat Kajian Antikorupsi UGM, Zainal Arifin Mochtar dalam diskusi bertajuk KPK dan Mafia Hukum di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/11/2010).

Menurut Zainal, kontrol publik jangan hanya pada masalah Gayus Tambunan. "Artinya publik jangan hanya membicarakan Gayus saja, masih banyak mafia lainnya. Misal mafia illegal loging atau mafia mining masih banyak yang belum diungkap," katanya.

Zainal mengakui bahwa kasus Gayus ini terkesan seksi, karena berkaitan dengan banyak perusahaan. "Mengungkap kasus Gayus ini menjadi barometer keberhasilan untuk Basrief Arief, Busyro Muqoddas, dan Timur Pradopo," katanya.

Zainal mengatakan, sebaiknya kasus Gayus ditangani secara independen oleh KPK. "Akan sulit kalau kasus ini diusut Kepolisian dan Kejaksaan. Kalau KPK, maka akan semakin urgen pengusutannya," jelasnya. Demikian catatan online News zin tentang Mafia Pajak Gayus Tambunan.

Minggu, 14 November 2010

Blog atau Situs Pribadi

Pada masa awal kelahirannya, Blog atau Situs Pribadi dianggap sebelah mata, bahkan cenderung dilecehkan. Sampai sekarang pun sikap nyinyir terhadap bloger tidak pernah hilang. Disebutlah bloger itu narsis yang buang-buang waktu percuma. Persis lahirnya sebuah revolusi, kehadiran awalnya diragukan.

Sekarang, orang yang melek internet tetapi belum nge-blog, istilah merujuk aktivitas dalam membuat dan mengisi blog, dianggap tertinggal zaman. Blog sudah menjadi gaya hidup, mulai dari anak sekolah dasar, selebriti, sampai menteri. Bahkan, 94 dari 96 suratkabar cetak terbaik di Amerika Serikat memiliki blog. Hanya empat surat kabar saja yang "jadul" alias terseret zaman karena tidak memiliki blog.

Jelaslah, di belahan dunia sana blog sudah masuk salah satu kriteria penting sebagai penentu berkualitas tidaknya sebuah surat kabar. Beberapa surat kabar cetak di Indonesia sudah memiliki kesadaran lebih dini dengan membuat blog sebagai tempat curhat para wartawannya atau tempat mengekspos kegiatan keseharian surat kabar itu, yang tidak mungkin termuat dalam surat kabar.

Di Eropa atau Amerika, surat kabar online pun memiliki blog sendiri-sendiri, plus blog pribadi wartawannya yang bisa diklik di jajaran navigasi global pada tampilan surat kabar online tersebut. Ada "cerita di balik berita" yang lebih bebas terungkap dalam blog, yang kadang justru lebih menarik daripada peristiwa itu sendiri.

Ada forum dialog intens yang hangat antara wartawan dan para pembaca. Ada keakraban di sana. Seluruh wartawan, editor, dan pemilik surat kabar bisa disapa serta ditanya tentang berbagai hal. Wartawan yang menulis berita tidak lagi asal lempar tulisan setelah itu tutup telinga: "terserah tulisanku mau dibaca atau tidak, pokoknya masa bodoh".

Hubungan antara koran yang diwakili wartawan dan para pembacanya menjadi berjarak. Wartawan kerap dicap sebagai "orang pintar" yang duduk di menara gading, yang sulit dan tidak bisa disapa pembaca. Akan berbeda persoalannya jika sebuah surat kabar memiliki blog sendiri. Suasana lebih akrab bisa terjalin karena dipersatukan minat yang sama. Wartawan yang biasa menulis rubrik khusus, seperti otomotif, teknologi informasi, dan politik, memiliki "basis massa" pembaca yang luar biasa besar.

Sayang, selama ini aliran informasi hanya satu arah sifatnya. Tidak ada dialog interaktif untuk menangkap umpan balik (feedback) pembacanya, yang kemungkinan ada persoalan baru lainnya yang muncul dari hasil dialog interaktif itu untuk bahan tulisan berikutnya. Bukankah dalam dunia media online ada adagium bahwa berita adalah percakapan itu sendiri?

Wartawan memang manusia supersibuk yang tidak punya waktu membalas sapaan pembacanya di blog. Membalas sapaan pembaca di blog berarti buang-buang waktu sehingga waktu untuk menulis tersita. Tentu saja wartawan tidak harus memelototi blog tiap hari. Kalau tidak punya waktu, barangkali cukup seminggu sekali, sebulan dua kali, atau boleh juga sebulan sekali. Sekadar "say hello" saja kepada pembacanya.

Maka, berkumpulnya para blogger dari berbagai penjuru Tanah Air di Blitz Megaplex Jakarta, 27 Oktober lalu, menjadi penting. Selain menunjukkan keberadaan para blogger, ada semangat memperekat komunitas blogger. Meski belum pernah bertemu secara fisik dan hanya bertutur sapa di dunia maya lewat media maya, toh pertemuan itu menjadi "kopi darat" pertama yang terbesar. Beberapa wartawan peliput acara yang kemudian diklaim sebagai "Hari Blogger Nasional" itu adalah bloger, karena kesadaran mereka untuk berada dalam satu komunitas yang sama, yang sudah terbiasa saling menyapa dalam dunia maya.

Jumlah 130.000 blogger Indonesia belum apa-apa dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang sudah menyundul angka 230 juta jiwa. Namun, melihat antusias orang yang terus membuat blog di seluruh dunia, jumlah itu rasanya terlalu kecil. Tengok Wordpress, salah satu situs penyedia blog terdepan saat ini, di mana setiap harinya mencatat 50.000 pembuat blog baru. Anda? Jangan malu untuk memulai! Demikian catatan online News-zin tentang Blog atau Situs Pribadi.

Kamis, 11 November 2010

Merapi

Kondisi Merapi hingga Kamis malam, 11 November 2010, masih terlihat adanya asap setinggi 800 meter yang arahnya condong ke barat.

Pada pukul 18.15 hingga 22.15 WIB, tampak sinar api di puncak Merapi yang terpantau melalui CCTV di kawasan Deles, yang jaraknya 4 kilometer dari timur Merapi.

"Dapat teramati dari Selo dan Ketep, tampak asap dengan tinggi 800 meter condong ke barat," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Penangangan Bencana dan Sosial Andi Arief, berdasarkan komunikasi dengan Surono, Kamis malam, 11 November 2010.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, juga memastikan kondisi Merapi pada Kamis malam ini hingga pukul 22.15 WIB, tidak ada awan panas yang muncul, dan terdapat tiga kali guguran yang tidak teramati secara visual yang hanya dapat terpantau secara instrumental.

Meski terlihat asap setinggi 800 meter terlihat, tapi tidak terekam gempa vulkanik. Hanya saja tremor secara terus-menerus masih terjadi.

Hingga pukul 15.30 WIB, jumlah korban meninggal akibat erupsi Gunung Merapi sudah mencapai 205 orang. Jumlah itu termasuk korban pada erupsi pertama pada Selasa 26 Okobober 2010.

Korban meninggal di daerah Jogyakarta mencapai 171 orang, dengan korban luka bakar 149 orang dan non luka bakar 22 orang. Sementara korban meninggal di daerah Jawa Tengah sudah 34 orang, dan korban luka bakar delapan orang dan luka non bakar 26 orang. Demikian catatan online News-zin tentang Merapi.

Rabu, 10 November 2010

Mantan Kabareskrim

Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji membantah telah diinterogasi oleh penyidik terkait "bebas"-nya terdakwa mafia hukum dan pajak Gayus Tambunan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Pak Susno tidak pernah diperiksa. Berita itu enggak jelas. Pak Untung Yoga ini dapat berita dari mana. Sepanjang yang saya tahu enggak ada," ujar Susno lewat kuasa hukumnya, Maqdir Ismail, yang disampaikan kepada media massa, Rabu (10/11/2010).

Maqdir beralasan, Susno berbeda sel dengan Gayus di Rutan Mako Brimob. Mantan Kapolda Jawa Barat tersebut mendekam di Blok B-4. Sementara Gayus mendekam di Blok C.

Menurutnya, soal informasi diperiksanya Susno tidak akurat dan tendensius. "Pertama, kita sudah konfirmasi kepada Pak Susno bahwa beliau tidak pernah diperiksa. Kedua bahwa blok mereka berbeda. Jadi, hampir bisa dipastikan Pak Susno tidak tahu apa yang terjadi dengan blok lain," katanya.

Namun, Maqdir tak menampik kalau Susno keluar sel hal biasa, tetapi bukan keluar blok. Ia menegaskan bahwa selama ini Susno keluar hanya menghadapi persidangan. "Dia tidak pernah ditawarin untuk pergi pulang. Kita enggak tahu kalau ada yang nawarin," katanya.

Siang tadi, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen (Pol) I Ketut Yoga Ana mengatakan, penyidik memeriksa Susno dan Kombes Williardi Wizar terkait keluarnya Gayus langsung dari selnya. "Tetangga sel pasti akan ditanya sebagai saksi, yaitu SD dan WW," ujar Yoga. Demikian informasi dari News-zin tentang Mantan Kabareskrim.

Selasa, 09 November 2010

Favorit Obama

Setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Amerika Serikat Barack Obama disuguhi jamuan makan malam kenegaraan. Makan malam di Istana Negara ini menyajikan sejumlah menu yang merupakan Favorit Obama.

Berdasarkan yang terlihat dari daftar menu, Presiden Obama disuguhi dua makanan favoritnya, Nasi Goreng dan Bakso. Dari daftar menu, tertulis hidangan Nasi Goreng Sunda Kelapa, Bakso dan rambutan.

Selain itu, di daftar menu juga tertulis sejumlah makanan khas Indonesia lainnya. Antara lain Ayam Goreng Kremes, Bakpao, dan Bebek Panggang.

Namun, belum diketahui makanan apa yang disantap Presiden Obama. Karena berdasarkan aturan protokoler, wartawan dilarang mengambil gambar saat makan malam berlangsung.

Sebelumnya, Obama memang pernah menyampaikan kepada Presiden SBY kalau ia kangen dengan tiga makanan khas Indonesia.

"Saya kangen nasi goreng, bakso, dan rambutan," kata Obama sebagaimana ditirukan Presiden kepada wartawan, usai berbicara dengan Obama via telepon, saat transit di Seattle, Amerika Serikat, usai menghadiri KTT APEC di Lima, Peru, November 2008.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi swasta Indonesia beberapa waktu lalu, Obama pun pernah menyatakan kangen dengan sejumlah masakan khas Indonesia, seperti nasi goreng, bakso, dan sate.

Dalam jamuan makan malam ini, Obama juga ditemani alunan musik tradisional Indonesia. Acara makan malam ini tampak dihadiri sejumlah pejabat, bahkan diantaranya mantan presiden Megawati Soekarno Putri. Demikian informasi dari News-zin tentang Favorit Obama.

Minggu, 07 November 2010

Himpunan Mahasiswa Islam

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan menggelar kongres pada 6-10 November 2010 di Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat. Ketua Pengurus Bear HMI Arip Mustopha mengatakan, mantan Presiden BJ Habibie akan memberi kuliah umum pada acara itu.

"BJ Habibie merupakan ikon Iptek Indonesia. HMI ingin fokus pada penguasaan Iptek bangsa ini," kata Arip Mustopha kepada VIVAnews.com, Jumat 5 November 2010.

Selain Habibie, sejumlah tokoh juga akan menjadi pembicara dalam acara itu. Mereka antara lain, Akbar Tanjung, Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Anis Baswedan.

Menurut Arip agenda dua tahunan itu akan memilih ketua baru. Dalam kongres kali ini ada 12 kandidat yang sudah dinyatakan lolos seleksi dan akan bertarung dalam kongres itu.

Keduabelas kandidat itu akan memperebutkan 171 suara cabang di putaran pertama dan 371 suara peserta pada putaran kedua. Arip menambahkan, meski sejumlah alumni telah menjadi tokoh elit di sejumlah partai politik dia memastikan HMI tidak mengganggu independensi HMI.

"Variabel partai bisa dikatakan nggak ada. Misalnya Mas Anas (Ketua Umum Demokrat) siapapun jadi (ketua) dianggap adik. Begitu juga Bang Akbar Tanjung (Golkar), Viva Yoga (PAN) juga," kata dia.

Sementara itu, salah satu kandidat, Aulia Kosasih mewacanakan perlunya HMI mengakomodasi UU Pemuda. Dalam UU itu diatur usia pemuda maksimal 30 tahun. Dia berharap ketua terpilih nantinya berusia di bawah 30 tahun.

"Untuk mewujudkan HMI sebagai organisasi kemahasiswaan yang modern dan dinamis, ketuanya mesti dari kalangan muda. Lebih baik jauh dibawah usia maksimal dalam UU Pemuda," katanya.

HMI merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan yang penting dalam sejarah demokrasi republik ini. Organisasi yang dibentuk pada 1947 itu telah melahirkan sejumlah tokoh berpengaruh seperti Akbar Tanjung, Nurcholis Madjid, dan Anas Urbaningrum. Demikian informasi dari News-zin tentang Himpunan Mahasiswa Islam.