Kamis, 27 Oktober 2011

Memaksimalkan potensi pendapatan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta Pemerintah Kota (Pemkot) memaksimalkan potensi pendapatan agar pendapatan asli daerah (PAD) bisa mencapai Rp500 miliar. Target tersebut dinilai bisa dicapai mengingat banyaknya item retribusi dan diatur dalam rancangan peraturan daerah (raperda).

Banyaknya item retribusi mulai retribusi sampah,parkir, hingga pengabuan mayat,seharusnya dapat mendorong peningkatan PAD Makassar tahun depan. Jika sebelumnya hanya maksimal di kisaran Rp300 miliar, tahun depan harus di atas Rp500 miliar,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Makassar Irwan ST kepada media, kemarin.

Anggota Komisi B lain, Abd Wahab Tahir, menyebutkan,dengan banyaknya item retribusi yang diatur Pemkot, PAD minimal naik sekitar 40% dari pencapaian tahun tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, banyak item retribusi baru yang sebelumnya tidak ada dan dilegalkan melalui rancangan perda oleh Pemkot. “Banyaknya item retribusi jelas harus mendorong peningkatan PAD. Akan tetapi, yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas pelayanan,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Diketahui, semester II/2010 ini,Pemkot Makassar mengajukan tiga macam rancangan perda tentang retribusi, yakni retribusi jasa umum,retribusi izin tertentu, dan retribusi pelayanan. Jenis-jenis retribusi yang diatur tersebut,seperti retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan, penggantian biaya cetak KTP dan akta catatan sipil, pelayanan parkir di tepi jalan, pelayanan pasar.

Ada pula item retribusi, seperti retribusi penyediaan dan penyedotan kakus,retribusi pengolahan limbah cair, retribusi pelayanan pendidikan, hingga pengendalian menara telekomunikasi. Diatur pula tentang retribusi tempat khusus parkir, tempat penginapan, retribusi pelayanan kepelabuhanan, tempat rekreasi dan olahraga, retribusi penyeberangan di air, hingga retribusi penjualan produksi usaha daerah.

Jenis-jenis retribusi tersebut di atas belum termasuk pula retribusi izin tertentu yang meliputi beberapa item, seperti retribusi izin tempat penjualan minuman keras, retribusi izin keributan, retribusi perikanan, hingga bentuk pengaturan baru retribusi izin membangun bangunan (IMB) yang disesuaikan dengan nilai jual objek pajak tanah dan nilai bangunan.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Tebing Tinggi Petani

Tebing Tinggi Petani di wilayah KecamatanTebingTinggi mengeluhkan banyaknya hama binatang kera yang merusak tanaman durian milik warga. Salah seorang warga Terusan Baru, Tebing Tinggi, Ilham menuturkan, saat ini dirinya bersama dengan warga desa yang lain hampir tiap hari berjaga- jaga di kebun durian milik mereka. Karena menurutnya, setiap hari puluhan ekor kera menyambangi batang durian milik petani dan memakan bunga serta putik bakal buah durian. Ilham menjelaskan, saat ini pohon durian di daerah tersebut sedang memasuki musim berbunga. Jika kawanan kera tersebut datang dan memakan bunga dan putik durian,dikhawatirkan hasil buah durian tidak akan maksimal.

“Jumlahnya puluhan, bahkan dibeberapa kebun yang batang duriannya agak jauh dan dekat ke hutan bisa ratusan rombongan kera yang datang,” ungkapnya. Dia mengatakan, untuk desa tersebut, buah durian merupakan buah andalan dan menjadi sumber penghasilan tambahan warga desa. Untuk itulah, dirinya bersama dengan warga yang lain, berusaha keras agar sekawanan kera tidak merusak bakal buah durian milik mereka. Dirinya bersama dengan pemilik batang durian yang lain, melakukan pengusiran kera tersebut dengan menggunakan senapan angin dan mengusirnya dengan anjing.

“Mendengar suara letusan senapan angin mereka lari apalagi mendengar salakan (gonggongan) anjing,tapi itu hanya sebentar, saat kita lengah mereka datang lagi,”tukasnya. Senada, Kamaludin warga Kota Gading Empat lawang mengatakan, pihaknya juga saat ini terus melakuan perburuan dan pengusiran kera yang mendatangi dan memakan bunga durian milik warga. Menurut Kamaludin, saat ini kondisi pohon durian di kawasan tersebut sedang berkembang dan hampir menjadi putik.

Selain serangan hama kera, petani dikawasan tersebut juga mengkhawatirkan hama babi yang sering merusak tanaman milik petani, seperti kakao dan tanaman lain.