Minggu, 15 April 2012

Meningkatkan Pertumbuhan Infrastruktur di Indonesia

Sedikitnya sembilan negara akan bertemu untuk meningkatkan pertumbuhan infrastruktur di Indonesia. China, Jerman, Korea, dan Singapura telah mengonfirmasi partisipasi kelompoknya bersama dengan berbagai ekshibitor dari negara-negara seperti Belgia, Indonesia, Italia, Jepang, dan Turki.

Sejumlah perusahaan terkemuka juga tertarik untuk berpartisipasi dalam sebuah agenda di bidang konstruksi, bangunan, dan pertambangan bertajuk ConBuild Mining Indonesia 2012. Agenda itu juga berperan sebagai katalis untuk berbagai proyek investasi, baik di sektor publik maupun swasta.

Siaran pers MMI Asia Pte Ltd, Kantor Regional untuk kawasan Asia Pasifik, menyebutkan, ConBuild Mining Indonesia dikenal sebagai tempat bertemunya para pemimpin industri, perusahaan manufaktur, dan distributor. Acara ini menjadi wadah diskusi pejabat pemerintah dan pemilik atau pemangku kepentingan dalam proyek-proyek sektor swasta.

German Pavilion akan memamerkan teknologi, peralatan dan layanan tingkat tingginya yang termutakhir bagi para pemain industri konstruksi di Indonesia. Asosiasi Teknik Jerman --Asosiasi Mesin Peralatan Konstruksi dan Bahan Bangunan (VDMA)-- akan menjadi penyelenggara German Pavilion dengan dukungan Kementerian Federal Bidang Ekonomi dan Teknologi Jerman (BMWi) serta Asosiasi Industri Pameran Niaga Jerman (AUMA).

Ekshibitor industri Jerman yang akan berpartisipasi antara lain Liebherr International Deutschland GmbH, HESS Maschinenfabrik GmbH & Co KG, Haver & Boecker OHG dan Putzmeister South East Asia CT Pte Ltd.

"Para ekshibitor ini bersama-sama dengan perusahaan Jerman lainnya akan memperkuat kinerja ekonomi, produktivitas dan mutu perusahaan manufaktur Indonesia dalam semua area konstruksi, pertambangan, dan produk bahan bangunan," ujar pengurus VDMA.

Dari China, beberapa perusahaan juga mengonfirmasi keikutsertaan dalam ConBuild Mining Indonesia sebagai ekshibitor individual. Di antaranya Zoomlion Heavy Industry Science & Technology Co Ltd, salah satu perusahaan manufaktur terkemuka di China dalam bidang mesin konstruksi.

Perusahaan ini memasok teknologi dan peralatan untuk proyek-proyek infrastruktur nasional dengan fokus pada proyek-proyek perekayasaan energi, perekayasaan lingkungan dan perekayasaan transportasi.

Perusahaan China lainnya yang berpartisipasi antara lain Beijing Ca-Long Engineering Machinery Co, Ltd, CNBM Corp, Fujian Quangong Machinery Co, Ltd, Fuwa Heavy Industry Co, Ltd, dan Nanchang Mineral Systems Co, Limited.

Ekshibitor dari Korea juga beresonansi dengan industri konstruksi global, seperti JunJin Heavy Industry --perusahaan yang telah mengokohkan posisinya sebagai pemimpin dunia dalam teknologi truck-mounted boom pump, line pump, dan peralatan khusus lainnya.

Dari Singapura, terlihat adanya partisipasi Singapore Technologies Kinetics Ltd (TRXBuild) yang merupakan salah satu perusahaan kendaraan khusus paling terkemuka di Asia. Karena keberhasilan partisipasinya tahun lalu, perusahaan ini sangat termotivasi untuk kembali terlibat tahun ini. ST Kinetics memiliki keahlian dalam desain dan pengembangan, integrasi sistem, produksi, pengoperasian dan dukungan untuk berbagai macam peralatan dan kendaraan sistem darat khusus.

Perusahaan-perusahaan pemimpin global lainnya seperti Grup Volvo juga berpartisipasi melalui kantor cabangnya di Singapura dan Jakarta.