Rabu, 29 Desember 2010

Hujan deras disertai angin kencang

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Ibu Kota, Selasa (28/12/2010) sore mengakibatkan belasan pohon tumbang. Bahkan, tak sedikit pula, pohon yang tumbang itu menimpa kendaraan yang tengah melintas di bawahnya. Untuk itu, bagi pengguna kendaraan diimbau tetap berhati-hati dan selalu waspada saat melintas, baik saat berada di bawah pohon maupun baliho berukuran besar.

Data dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyebutkan, lokasi pohon tumbang di antaranya terdapat di sisi Polsek Kebayoran Baru dan menimpa mobil Nissan Grand Livina bernopol B 1435 WFE. Lalu, di depan Masjid Baiturahman, Kompleks DPR yang menimpa dua unit mobil. Kemudian, di Taman Bunga Cibubur arah Radar AURI menimpa tiang listrik.

Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Sinabung, Kebayoran Baru atau tepat di Artha Gading yang menimpa tiga unit mobil. Pohon tumbang juga terjadi di Pasar Mayestik dan menimpa satu unit taksi. Kemudian di depan Blok M Plaza. Di Jalan Sabang, pohon tumbang menimpa satu unit mobil pick-up. Sedangkan di daerah Radio Dalam menuju Gandaria sedikitnya terdapat tiga pohon tumbang.

Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Joglo Raya, kemudian depan Ramayana (Bekasi Timur), Lampu Merah Trakindo serta di depan ITC Fatmawati yang juga menimpa mobil.

Selain menyebabkan pohon tumbang, angin kencang yang terjadi juga merobohkan gondola di Gedung Cyber. Bahkan, pecahan kaca akibat robohnya gondola mengenai pengguna jalan yang tengah melintas. Tidak hanya itu, dinding pelapis Wisma Asia pun runtuh, rambu petunjuk di Rawabokor roboh, serta tiang lampu dan baliho roboh di tengah tol Pluit.

"Kami masih mendata jumlah pohon yang tumbang akibat hujan disertai angin saat ini. Jadi belum ada data pasti," ujar Briptu Taufik, petugas TMC Polda Metro Jaya, Selasa (28/12/2010).

Sementara itu, pihaknya juga belum mengetahui adanya korban jiwa dalam beberapa insiden yang terjadi pada sore ini. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas terkait untuk menangani peristiwa ini.

Ditambahkan Taufik, akibat peristiwa ini, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pohon tumbang terpantau padat. Bahkan untuk saat ini, kawasan 3 in 1 pun tidak diberlakukan. "Kita masih terus mendata adanya korban. Sebagai informasi kawasan 3 in 1 saat ini tidak diberlakukan. Demikian catatan online News zin tentang Hujan deras disertai angin kencang.

Senin, 20 Desember 2010

Seorang gelandangan

Seorang gelandangan tanpa identitas ditemukan tergeletak tak berdaya di kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, Bali. Dia diduga baru saja menenggak bensin yang ia beli dari SPBU di sekitar kawasan tersebut.

Para pecalang desa setempat yang melihat gelandangan ini terkapar dalam kondisi setengah sadar di tengah jalan langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah (RSUP Sanglah), Denpasar.

Dari hasil pemeriksaan tim dokter RSUP Sanglah, gelandangan dengan ciri fisik tinggi sekitar 160 cm, berkulit legam, dan berambut lurus pendek ini mengalami intoksikasi bensin. Pria ini diduga mengalami gangguan kejiwaan karena saat sadar tampak linglung dan kerap berbicara tidak jelas.

Perawat yang berusaha mengorek identitasnya pun tidak mendapatkan informasi apa-apa karena gelandangan itu masih sulit diajak berkomunikasi. “Kami juga masih sulit menanyai identitasnya,” ujar dr Tatik Irawati, Kepala Ruang Lely, bangsal tempat gelandangan itu menjalani perawatan, Senin (20/12/2010) siang.

Sejauh ini, pihak RSUP Sanglah belum mengetahui motif gelandangan tersebut menenggak bensin, suatu tindakan yang dapat membahayakan nyawanya. Pihak RSUP meminta kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya sesuai ciri-ciri di atas untuk datang ke rumah sakit.Demikian catatan online News zin tentang Seorang gelandangan.

Sabtu, 18 Desember 2010

Pengamat hukum tata negara

Pengamat hukum tata negara CETRO Refly Harun melemparkan usulan audit dana kampanye pada Pemilu mendatang yang biasanya ditangani Komisi Pemilihan Umum (KPU) diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini disampaikannya dalam lokakarya Fraksi Partai Demokrat bertajuk 'Menata Kembali UU Politik Menuju Pemilu 2014' di Hotel Twin Plaza, Sabtu (18/12/2010).

"Ini bukan usulan genuine saya. Tapi bagaimana kalau audit itu hasilnya tidak diserahkan KPU, tapi ke KPK, karena selama ini audit dana kampanye hanya formalitas saja. Karena setelah audit dibertikan kepada KPU, KPU tidak lagi menggubris," ungkapnya.

Selain itu, Refly mencatat tak ada keahlian yang memadai di dalam KPU untuk melakukan audit dana kampanye. Menurut pengalaman, setiap laporan dana kampanye partai yang diserahkan ke KPU biasanya diteruskan KPU ke akuntan publik untuk diaudit.

Setelah hasil audit dikembalikan ke KPU, biasanya juga tidak digubris lagi meskipun ada temuan. Refly menduga anggota KPU tidak tertarik lagi untuk menyelesaikannya karena Pemilu sudah selesai dan mungkin tidak ingin menambah pekerjaan atau juga karena KPU tidak memiliki keahlian.

Sementara itu, bagi KPK dokumen dana kampanye akan menjadi dokumen berharga untuk menelusuri aliran dana ataupun jika ada dugaan penyimpangan pidana di dalamnya. "Kalau partai mau bersih, peduli, seharusnya gagasan ini didorong begitu," katanya.

Refly mengatakan tentu saja akan ada konsekuensinya jika gagasan ini terwujud. UU Pilpres atau Pileg harus mengakomodirnya, termasuk sanksi dan kewenangan KPK untuk menindaklanjuti adanya dugaan tindak pidana korupsi atau pencucian uang.

"Kalau ada penyimpangan yang diatur UU Pemilu, KPU yang bisa memberikan sanksi. Misalnya pencoretan," tandasnya. Demikian catatan online News zin tentang Pengamat hukum tata negara.

Sabtu, 04 Desember 2010

Saryono (29) tewas di dalam sumur

Seorang penambang, Saryono (29) tewas di dalam sumur saat hendak menambang emas di tambang Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (4/12/2010).

"Korban diduga tewas karena kehabisan oksigen saat berada di kedalaman 12 meter," kata Koordinator SAR Ubaloka Banyumas, Heriyana Adi Candra saat dihubungi Antara di Banyumas.

Menurut dia, korban bersama rekannya, Ragil (20), turun ke dalam sumur emas yang memiliki kedalaman 20 meter pada pukul 13.00 WIB.

Saat berada di kedalaman 12 meter, kata dia, korban merasakan sesak napas sehingga menyuruh rekannya untuk segera naik kembali ke atas.

"Rekan korban segera keluar dari dalam sumur dan meminta pertolongan kepada warga sekitar dan kepolisian. Kami yang menerima informasi tersebut segera datang ke lokasi," katanya.

Akan tetapi, kata dia, korban telah meninggal dunia saat hendak dievakuasi. "Kemungkinan korban kehabisan oksigen dan menghirup bau yang tidak sedap dari bagian dasar sumur. Baunya seperti kayu yang telah lama terendam," kata dia menjelaskan.

Menurut dia, korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur pada pukul 18.00 WIB yang selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Cihonje RT 01 RW 14. Demikian catatan online News zin tentang Saryono (29) tewas di dalam sumur.