Jumat, 09 Desember 2011

Ultrabook 2012

Acer merupakan salah satu pemain notebook yang akan konsen untuk mengembangkan ultrabook pada 2012 mendatang. Perusahaan asal Taiwan ini berkomitmen untuk menjadi pemain utama ultrabook di dunia.

Popularitas notebook super tipis atau yang dikenal ultrabook memang semakin lama semakin membaik, seperti diketahui beberapa bulan lalu Acer baru saja merilis ultrabook yang diberi nama Aspire S3. Tampaknya Acer lebih mantap menamakan ultrabook-nya dengan nama Aspire sebagai brand yang sudah lama melekat pada semua notebook Acer sebelumnya.

Seperti dikutip Ubergizmo, Senin (5/12/2011), pertumbuhan pasar ultrabook secara global memang terkesan lambat namun sedikit demi sedikit terus tumbuh secara pasti. Acer menyatakan siap untuk memenuhi kebutuhan pengguna ultrabook, jika nanti permintaan bertambah banyak.

Bahkan untuk membuktikan komitmennya mengembangkan ultrabook, vendor asal Taiwan ini akan segera merilis generasi terbaru dari ultrabooknya pada April 2012 mendatang dengan menggunakan prosesor terbaru dari Intel yang dinamai Ivy Bridge. Padahal prosesor ini dikatakan akan dirilis pada Juni 2012.

"Kami berencana meluncurkan generasi kedua dari Aspire S3 di awal tahun depan dan diharapkan akan melipat gandakan penjualan sebelumnya. Saya pikir itu akan terjadi pada April tahun depan. Kami masih perlu melakukan sedikit desain ulang pada versi terbaru ini, dengan sedikit penyesuaian," ujar Grigory Nizovsky, Acer Middle East Country Manager.

Jika memang ekspektasi Acer benar mengenai pertumbuhan ultrabook yang akan terjadi tahun depan, maka persaingan ultrabook dan tablet akan menjadi satu hal yang menarik. Sebab keduanya merupakan perangkat komputer yang mudah dibawa dan sangat ringan.

Jumat, 18 November 2011

Masjid Agung mewah bernuansa Arab

Tidak lama lagi Kalimantan Barat akan memiliki Masjid Agung mewah bernuansa Arab. Pembangunan masjid sudah masuk tahap kedua. Masjid Agung Kalbar atau yang dulunya disebut Masjid Raya Mujahidin Pontianak," kata Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Agung Kalbar, Oesman Sapta Odang, kepada media, Jumat 18 November 2011.

Oesman menjelaskan, munculnya gagasan untuk membangun masjid agung setelah Wali Kota Pontianak, Sutarmidji datang berkunjung. Disampaikan bahwa saat ini umat muslim di Kalbar cukup banyak. Tapi masjid besar yang sangat dibanggakan belum ada. Menurut Oso , gagasan membagun masjid agung di Kalbar itu mendapat sambutan postif dari Gubernur Kalbar, Cornelis. Sumbangan awal senilai Rp20 miliar dari anggaran APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan digelontorkan.

Saat ini, dana yang sudah terkumpul untuk membangun masjid agung itu sebesar Rp45 miliar. Sumbangan dari Pemprov Kalbar Rp20 miliar, dan dari Pemkot Pontianak Rp15 miliar. Saya sendiri menyumbang Rp20 miliar dan sumbangan dari masyarakat secara sukarela dan pengusaha serta para donatur," kata Oso.

Sebagai ketua pantia pembangunan, Oesman menargetkan pembangunan Masjid Agung Kalbar itu akan selesai selama 18 bulan. Sementara itu, menurut Ketua Pelaksana Harian Pembangunan Masjid Agung Kalbar, Sutarmidji, pembangunan masjid itu masih membutuhkan anggaran Rp30 miliar hingga Rp40 miliar lebih dari total anggaran Rp84 miliar. Bangunan baru Masjid Raya Mujahidin direncanakan dibangun dalam dua lantai. Dibangun dengan arsitektur khas Kalbar dan ikon Kota Pontianak. Masjid itu dapat menampung jamaah hingga 8.000 jamaah.

Kamis, 27 Oktober 2011

Memaksimalkan potensi pendapatan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta Pemerintah Kota (Pemkot) memaksimalkan potensi pendapatan agar pendapatan asli daerah (PAD) bisa mencapai Rp500 miliar. Target tersebut dinilai bisa dicapai mengingat banyaknya item retribusi dan diatur dalam rancangan peraturan daerah (raperda).

Banyaknya item retribusi mulai retribusi sampah,parkir, hingga pengabuan mayat,seharusnya dapat mendorong peningkatan PAD Makassar tahun depan. Jika sebelumnya hanya maksimal di kisaran Rp300 miliar, tahun depan harus di atas Rp500 miliar,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Makassar Irwan ST kepada media, kemarin.

Anggota Komisi B lain, Abd Wahab Tahir, menyebutkan,dengan banyaknya item retribusi yang diatur Pemkot, PAD minimal naik sekitar 40% dari pencapaian tahun tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, banyak item retribusi baru yang sebelumnya tidak ada dan dilegalkan melalui rancangan perda oleh Pemkot. “Banyaknya item retribusi jelas harus mendorong peningkatan PAD. Akan tetapi, yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas pelayanan,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Diketahui, semester II/2010 ini,Pemkot Makassar mengajukan tiga macam rancangan perda tentang retribusi, yakni retribusi jasa umum,retribusi izin tertentu, dan retribusi pelayanan. Jenis-jenis retribusi yang diatur tersebut,seperti retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan, penggantian biaya cetak KTP dan akta catatan sipil, pelayanan parkir di tepi jalan, pelayanan pasar.

Ada pula item retribusi, seperti retribusi penyediaan dan penyedotan kakus,retribusi pengolahan limbah cair, retribusi pelayanan pendidikan, hingga pengendalian menara telekomunikasi. Diatur pula tentang retribusi tempat khusus parkir, tempat penginapan, retribusi pelayanan kepelabuhanan, tempat rekreasi dan olahraga, retribusi penyeberangan di air, hingga retribusi penjualan produksi usaha daerah.

Jenis-jenis retribusi tersebut di atas belum termasuk pula retribusi izin tertentu yang meliputi beberapa item, seperti retribusi izin tempat penjualan minuman keras, retribusi izin keributan, retribusi perikanan, hingga bentuk pengaturan baru retribusi izin membangun bangunan (IMB) yang disesuaikan dengan nilai jual objek pajak tanah dan nilai bangunan.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Tebing Tinggi Petani

Tebing Tinggi Petani di wilayah KecamatanTebingTinggi mengeluhkan banyaknya hama binatang kera yang merusak tanaman durian milik warga. Salah seorang warga Terusan Baru, Tebing Tinggi, Ilham menuturkan, saat ini dirinya bersama dengan warga desa yang lain hampir tiap hari berjaga- jaga di kebun durian milik mereka. Karena menurutnya, setiap hari puluhan ekor kera menyambangi batang durian milik petani dan memakan bunga serta putik bakal buah durian. Ilham menjelaskan, saat ini pohon durian di daerah tersebut sedang memasuki musim berbunga. Jika kawanan kera tersebut datang dan memakan bunga dan putik durian,dikhawatirkan hasil buah durian tidak akan maksimal.

“Jumlahnya puluhan, bahkan dibeberapa kebun yang batang duriannya agak jauh dan dekat ke hutan bisa ratusan rombongan kera yang datang,” ungkapnya. Dia mengatakan, untuk desa tersebut, buah durian merupakan buah andalan dan menjadi sumber penghasilan tambahan warga desa. Untuk itulah, dirinya bersama dengan warga yang lain, berusaha keras agar sekawanan kera tidak merusak bakal buah durian milik mereka. Dirinya bersama dengan pemilik batang durian yang lain, melakukan pengusiran kera tersebut dengan menggunakan senapan angin dan mengusirnya dengan anjing.

“Mendengar suara letusan senapan angin mereka lari apalagi mendengar salakan (gonggongan) anjing,tapi itu hanya sebentar, saat kita lengah mereka datang lagi,”tukasnya. Senada, Kamaludin warga Kota Gading Empat lawang mengatakan, pihaknya juga saat ini terus melakuan perburuan dan pengusiran kera yang mendatangi dan memakan bunga durian milik warga. Menurut Kamaludin, saat ini kondisi pohon durian di kawasan tersebut sedang berkembang dan hampir menjadi putik.

Selain serangan hama kera, petani dikawasan tersebut juga mengkhawatirkan hama babi yang sering merusak tanaman milik petani, seperti kakao dan tanaman lain.

Jumat, 15 Juli 2011

Arsyad Sanusi mantan hakim Mahkamah Konstitusi

Arsyad Sanusi mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), ditanya tentang berbagai pertemuan serta hubungan antara dia dan berbagai pihak saat diperiksa penyidik Bareskrim Polri, Jumat (15/7/2011). Arsyad diperiksa sebagai saksi sekitar tujuh jam terkait kasus pemalsuan surat keputusan MK dalam sengketa Pemilu 2009 di wilayah Sulawesi Selatan I. Dalam pemeriksaan kedua ini, Arsyad ditemani putrinya, Neshawati.

Arsyad mengatakan, ia ditanya penyidik terkait pertemuannya dengan Mahfud MD (Ketua MK), Masyhuri Hasan (juru panggil MK), dan Zainal Arifin (mantan panitera MK). Arsyad tak menjelaskan mengenai jawaban yang dia berikan kepada penyidik.

"Saya ditanyakan juga bagaimana hubungan saya dan Dewie Yasin Limpo (kader Partai Hanura); Andi Nurpati (mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum); staf kepegawaian di MK, Masyhuri Hasanl Fais; dan sebagainya," papar Arsyad.

Arsyad mempertanyakan enam surat dari KPU dan MK yang baru dia ketahui ketika dimintai keterangan di Panja Mafia Pemilu di DPR. Arsyad mengaku belum pernah melihat atau diperlihatkan ketika masih menjabat hakim di MK.

Surat yang dimaksud Arsyad adalah dua surat permohan penjelasan dari KPU kepada MK, dua surat jawaban dari MK kepada KPU, surat investigasi, serta surat pembentukan tim investigasi MK. "Itu sama sekali tidak pernah saya lihat, tidak pernah diperlihatkan, tidak pernah saya tahu. Itulah yang menjadi pertanyaan bagi saya," kata dia.

"Saya mendapat fitnah, kezaliman dari MK. Kenapa tidak diperlihatkan, pembentukan tim investigasi dan hasil investigasi internal selama lebih dari dua tahun. Saya sama-sama bergembira, sama-sama menonton bareng, kok enggak ada. Waktu ditanya panja, baru saya kaget. Anda menilai sendiri perlakuan terhadap mantan hakim MK, mantan negarawan, dan sekarang ini jadi hamba Allah dan jelata," kata dia.

Seperti diberitakan, selain Arsyad, penyidik Direktorat I Pidana Umum Bareskrim Polri juga memeriksa Andi Nurpati untuk kali pertama. Hingga saat ini, Andi masih diperiksa. Demikian catatan online News zin yang berjudul Arsyad Sanusi mantan hakim Mahkamah Konstitusi.

Selasa, 12 Juli 2011

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Effendi Anas

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Effendi Anas, menyadari gangguan lalu lintas yang timbul akibat ulah para joki 3 in 1. Namun, ia mengaku upaya penertiban oleh Satpol PP sulit membuahkan hasil maksimal. Tidak mudah menertibkan para joki "3 in 1". Mereka juga mempunyai pola-pola operasi.

Tidak mudah menertibkan para joki 3 in 1. Mereka juga mempunyai pola-pola operasi," ungkap Effendi kepada Kompas.com di ruang kerjanya, Balaikota DKI Jakarta, Selasa (12/7/2011). Ada dua pola operasi yang dijelaskan Effendi. Pertama, jika diadakan kehadiran aparat Satpol bersifat dadakan, para joki akan menghindar dengan berlari menyeberang jalan. "Satpol PP tidak mungkin ikut mengejar mereka karena lalu lintas pasti akan kacau jika terjadi kejar-kejaran di tengah jalan," katanya.

Alhasil, hanya beberapa orang dari ratusan joki yang terjaring dalam setiap operasi lantaran sebagian besar meloloskan diri. Mereka juga punya koordinator yang berada di persimpangan-persimpangan jalan dan dilengkapi HP," kata mantan Wali Kota Jakarta Utara ini.

Koordinator tersebut, kata Effendi, akan memberitahukan kepada para joki melalui telepon seluler bilamana terjadi penertiban oleh Satpol PP. Akibatnya, sebelum aparat Ketenteraman dan Ketertiban (Tramtib) tiba di lokasi, para joki telah lebih dulu menghilang. "Ini yang sering terjadi. Bahkan, ketika kami masih berada di titik yang cukup jauh, informasinya sudah sampai ke joki-jokinya," tutur Effendi.

Penertiban juga tidak mudah karena diperlukan operasi Tramtib untuk menjaring para joki. "Kalau cuma beberapa orang (petugas), mereka akan buat perlawanan. Jadi, jangan keliru, jumlah mereka kan jauh lebih banyak. Itu tidak mudah karena kami harus pakai kendaraan operasional dan melakukan operasi yang kelihatan," katanya.

Menyiasati masalah tersebut, Effendi mengatakan, operasi saat ini dilakukan dengan menyamarkan aparat Satpol PP di antara warga atau bahkan di antara para joki. "Sekarang beberapa orang akan turun tanpa seragam. Mereka berada di antara para joki atau berbaur dengan masyarakat lainnya," katanya.

Aturan 3 in 1 diberlakukan sejak tahun 2004 di beberapa jalan utama Jakarta untuk mengatasi kemacetan. Sayangnya, aturan batas minimal penumpang kendaraan ini tidak efektif karena kehadiran para joki yang bertindak sebagai penggenap jumlah penumpang.

Tidak hanya gagal mengurai kemacetan, keberadaan joki 3 in 1 kerap sampai pada tahap mengganggu kenyamanan berlalu lintas. Jumlah yang semakin besar akhir-akhir ini mengakibatkan adanya persaingan antarsesama joki untuk memperebutkan tumpangan. Imbasnya, mereka kerap kali terlihat nekat masuk hingga beberapa meter ke dalam badan jalan untuk memperlihatkan diri kepada pengendara mobil.

Hal yang sama terjadi juga pada periode menjelang usainya batas waktu 3 in 1. Kebanyakan joki akan semakin nekat menghentikan mobil-mobil pribadi tanpa memperhitungkan keselamatan diri dan pengguna jalan lain. Demikian catatan online News zin yang berjudul Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Effendi Anas.

Rabu, 06 Juli 2011

Pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia

Hingga Rabu (6/7/2011) malam, pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang berinisial RU (58) bersama istrinya masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor Polrestro Tangerang Kota, Provinsi Banten.

RU bersama istrinya ditangkap Satuan Narkoba karena kedapatan menyimpan narkoba, Selasa (5/7/2011) malam. RU tertangkap di sebuah rumah di Kampung Kedaung RT 03 RW 02, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Bersama kedua tersangka polisi menyita barang bukti sebanyak 3 gram sabu dan 12 gram daun ganja kering. "Benar kami menangkap RU dan seorang perempuan yang diakui adalah istrinya karena kedapatan menyimpan narkoba," kata Kepala Polrestro Tangerang Kota Komisaris Besar Tavip Yulianto kepada wartawan, Rabu (6/7/2011). Demikian catatan online News zin yang berjudul Pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia.

Kamis, 24 Maret 2011

Konferensi internasional Liga Arab di Kairo

Konferensi internasional Liga Arab di Kairo memunculkan agenda utama terkait konflik di Timur Tengah. Menurut warta Xinhua pada Kamis (24/3/2011), Liga Arab menitikberatkan kontribusi kemanusiaannya untuk Libya dan Yaman.

Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab untuk Urusan Sosial Sima Bahous dalam kesempatan itu mengatakan hal terpenting adalah meningkatkan upaya untuk pengiriman bantuan kemanusiaan. Selain itu, negara-negara internasional juga mesti memperhatikan pemulihan kondisi kemanusiaan di Libya.
Dalam kesempatan itu pula Perwakilan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan Khaled Khalifa mengatakan sebanyak 345.749 warga asing di Libya masih bertahan di tengah kecamuk peperangan. "Sementara, 6.000 orang lainnya masih menanti di perbatasan Libya dengan Tunisia dan Mesir untuk keluar dari Libya," kata Khalifa. Demikian catatan online News zin tentang Konferensi internasional Liga Arab di Kairo.

Senin, 07 Februari 2011

pepatah serigala berbulu domba

Kalau ada pepatah serigala berbulu domba, kini malah warga Sumenep, Jawa Timur, digegerkan dengan sapi berwajah mirip serigala. Kendati tidak terlihat ada taring seperti gigi serigala, tetapi sepintas sapi yang baru saja dilahirkan itu mulut dan lidahnya mirip serigala. Rahang bawahnya lebih pendek dan lidah menjulur ke luar.

Sapi milik Misnoto (50), warga Dusun Katuje, Desa Braji, Kecamatan Gapura, Sumenep, ini dilahirkan dari induknya, Rabu (2/2/2011) dini hari. Pemilik sapi, Masnoto, bahkan tidak tahu kapan lahirnya, tahu-tahu pagi harinya sudah melihat sapinya yang hamil tua sudah melahirkan.

Namun, alangkah terkejutnya ketika hendak mengentas pedhet (anak sapi) dari kandangnya karena berlumur kotoran itu, ia justru melihat keanehan di wajah anak sapi itu.

Mulutnya mirip mulut serigala dan lidah menjulur keluar dan rahang bawah jauh lebih pendek. Bahkan, ada beberapa gerak-geriknya tidak lazim seperti bayi sapi karena mulutnya terus menganga dan menjulurkan lidahnya seperti serigala hendak mencari mangsa.

“Yang lebih aneh lagi, anak sapi ini tidak mau makan rumput, tetapi malah lebih senang minum susu dan panganan lain yang seperti makanan yang layaknya dimakan manusia,’’ ujar Misnoto kepada wartawan saat ditemui di rumahnya.

Akibat mulut sapi yang sangat lebar seperti serigala itu, maka anak sapi tersebut kesulitan untuk dapat minum susu dari induknya. Tetapi terpaksa diberikan susu botol oleh pemiliknya. “Tiap hari kami terpaksa menyediakan susu untuk sapi itu sedikitnya tiga liter,” tambahnya.

Menurut Misnoto, anak sapi aneh ini merupakan anak keempat dari induk yang sama. Sebelumnya, tidak ada anak-anak sapi dari induk tersebut yang mengalami cacat tubuh, apalagi sampai menyerupai mulut serigala.

“Tak pernah ada firasat atau mimpi-mimpi aneh sebelum anak sapi itu lahir, kok tiba-tiba seperti ini. Semua tidak disangka dan sama sekali tidak ada tanda-tanda apa pun," ujarnya.

Misnoto juga mengaku sempat membawa anak sapinya ke dokter hewan di Kantor Peternakan Kabupaten Sumenep agar mulut anak sapinya yang hampir sambung dengan telinga itu dijahit. Namun, dokter malah menyarankan sapinya tetap seperti semula karena kalau mulutnya dijahit, anak sapinya bisa tidak bisa mengunyah. Demikian catatan online News zin tentang pepatah serigala berbulu domba.

Minggu, 23 Januari 2011

Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dana Rp15 miliar untuk pembebasan lahan seluas 2.000 meter persegi guna menunjang dua proyek pembangunan jalan layang non tol Blok M-Cipete dan Tanah Abang-Kampung Melayu.

Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, Novizal, menjelaskan dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membebaskan lahan, yakni di antaranya di Simpang Pasar Cipete. Sementara itu, untuk jalan layang Kampung Melayu-Tanah Abang, lahan yang dibebaskan di Jalan Mas Mansyur.

"Lahan ini dibebaskan untuk membuat jalur masuk dan keluar (on and off ramp) pada jalan layang tersebut," ujar dia di Jakarta, Minggu 23 Januari 2011.

Ia mengungkapkan, pembebasan lahan akan dilakukan tahun ini, karena anggaran di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2011 harus terserap. "Saat ini masih dalam proses negosiasi dan sosialisasi," kata dia.

Menurut dia, pihaknya telah memasang patok lahan yang akan dibebaskan. Tahap selanjutnya adalah akan diturunkan tim dari Badan Pertahanan Nasional (BPN) untuk mengukur besaran luas, kepemilikan lahan, dan harga tanah yang tepat.

Namun, sebelum lahan dibebaskan, dia melanjutkan, Dinas Pekerjaan Umum terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengembang, apakah lahan yang dibebaskan merupakan kewajiban Dinas PU DKI atau pihak pengembang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI, Ery Basworo mengatakan pembebasan lahan itu diperlukan terutama sepanjang wilayah yang akan dibangun underpass.

Jalan layang itu memiliki panjang 4,8 kilometer, ditambah 300 meter untuk underpass. "Tanah yang perlu dibebaskan itu berada di sekitar pintu masuk dan keluar dari underpass," katanya.

Untuk di sekitar pintu masuk underpass, luas lahan yang perlu dibebaskan sekitar 500 meter persegi dan akan dilaksanakan tahun ini.

Selain itu, untuk di sekitar pintu keluar underpass, luas lahannya pun sekitar 500 meter persegi. Namun, pembebasan untuk lahan ini belum bisa dilakukan pada tahun yang sama dan masih dalam tahap perencanaan.

Sebelumnya, pembangunan jalan layang non tol Pangeran Antasari-Blok M telah memasuki tahap pengeboran untuk tiang pancang dan penyelesaian masalah utilitas di bawah jalan layang tersebut.

Sementara itu, pembangunan jalan non tol Kampung Melayu-Tanah Abang belum dapat dilakukan pengeboran karena penyelesaian pemindahan utilitas belum rampung. Seperti adanya utilitas pipa air baku dari Kalimalang ke Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Penyelesaian dua proyek jalan layang non tol ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2012. Jalan layang Antasari akan terhubung ke Blok M, sedangkan jalan layang Casablanca akan terhubung dengan Kampung Melayu. Demikian catatan online News Zin tentang Pemprov DKI Jakarta.

Kamis, 20 Januari 2011

Wakil Ketua Komisi III DPR

Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy menilai konflik Gayus Tambunan dan anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana, melelahkan publik. Padahal, jika keberatan, masing-masing bisa menyelesaikannya ke ranah hukum, bukan bertengkar di media.

"Kalau merasa tidak nyaman, lebih baik Gayus melapor saja ke polisi dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Denny terhadap keluarganya. Sebaliknya, kalau Satgas merasa difitnah, laporkan saja. Kalau sekarang ini, kan, seperti dua anak muda yang bertengkar saja," ungkapnya di Gedung DPR, Kamis (20/1/2011).

Penegak hukum, lanjutnya, harus mendalami keterangan keduanya untuk mencari mana yang benar. Komisi III DPR melalui Panitia Kerja Pemberantasan Mafia Hukum dan Mafia Pajak juga akan mendorong penuntasan kasus Gayus Tambunan sampai ke akar-akarnya.

Menurut Tjatur, Satgas juga akan dipanggil dalam agenda kerja Panja untuk dimintai keterangan. Panja sendiri akan bergerak mulai Senin mendatang. Namun, jadwal pemanggilan Gayus dan Satgas belum ditentukan.

Khusus waktu Gayus, politisi Partai Amanat Nasional ini mengatakan, Panja akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak pengadilan. "Tapi, diusahakan pekan depan," katanya.

Panja mengatakan, Satgas juga akan menganalisis 151 atau 54 perusahaan yang akan didalami seputar kasus Gayus. Lalu, pendalaman akan diprioritaskan berdasarkan perusahaan yang berpotensi merugikan negara paling besar.

"Kalau antara mereka ada yang enggak mau hadir, nanti kan bisa dipanggil paksa," ia menegaskan. Demikian catatan online News zin tentang Wakil Ketua Komisi III DPR.

Jumat, 07 Januari 2011

ular piton reticulatus

Petugas Kepolisian Sektor Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, mengamankan seekor ular piton reticulatus yang ditemukan terimpit bebatuan lahar dingin di Kali Opak, Desa Argomulyo, Cangkringan, Jumat (7/1/2011). Ular sepanjang 2,5 meter dengan berat 10 kg dan diameter sekitar 10 cm itu ditemukan dalam kondisi hidup tetapi lemas. Ular tersebut diduga berasal dari hulu Kali Opak dan terseret banjir lahar dingin besar pada Senin (3/1/2011).

"Ular itu ditemukan petugas alat berat saat sedang mengeruk material vulkanik di Kali Opak," kata Kepala Polsek Cangkringan Ajun Komisaris Sudalidjo.

Saat ditemukan, ular itu terimpit bebatuan dan terdapat luka di kepala. "Untuk selanjutnya, ular ini akan dirawat oleh seorang warga sebelum dilepaskan lagi," kata Sudalidjo.

Lebih jauh, Sudalidjo menduga, ular ini merupakan salah satu ular yang dilepas pemerintah beberapa tahun lalu untuk program pemberantasan hama tikus pertanian. Demikian catatan online News zin tentang ular piton reticulatus.

Rabu, 05 Januari 2011

Unit Kerja Presiden

Hasil evaluasi kinerja kementerian dan lembaga yang dilakukan Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) tidak bisa dijadikan patokan untuk melakukan reshuffle menteri atau pimpinan lembaga. Hasil itu hanya sebuah penilaian apakah kementerian dan lembaga tersebut sudah melakukan perbaikan kinerja atau belum.

Penilaian atas kinerja sebuah kementerian dan lembaga juga harus adil apabila capaian kementerian dan lembaga terkait dengan lintas sektoral, kementerian, dan lembaga lain, seperti dalam hal pencairan anggaran dan penerbitan regulasi.

Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono saat ditanya pers seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (5/1/2011). "Tidak bisa otomatis begitu saja hasil UKP4 terkait dengan reshuffle. Evaluasi UKP4 itu hanya penilaian yang dijadikan perbaikan dan bukan rapor untuk mengganti (jabatan). Jadi, dengan UKP4 itu, bagaimana, kementerian dan lembaga itu bisa lebih baik lagi di masa datang," katanya.

Menurut Agung, pergantian kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Presiden mempunyai banyak sumber penilaian dan referensi bermacam-macam," kata Agung lagi.

Agung menyatakan, capaian kementerian dan lembaga juga tergantung pada banyak faktor. "Bukan hanya terkait sektor, kementerian, dan lembaga lain untuk soal regulasi dan pencairan anggaran yang harus diselesaikan, melainkan juga soal-soal lain, seperti masalah tanah yang rumit dan kehati-hatian pengelola proyek agar tidak berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," lanjut Agung.

Oleh sebab itu, kata Agung, kalau UKP4 bersikap lugas memberikan warna merah, biru, atau kuning terhadap target yang dicapai kementerian dan lembaga, sebaiknya UKP4 memberikan catatan terkait belum tercapainya target agar penilaian itu juga adil. "Ke depan, memang harus ada jalan keluar dari konsekuensi penilaian agar target-target bisa dicapai dengan target waktu yang terjadwal, tetapi tetap sesuai dengan ketentuan hukum dan berhati-hati," papar Agung lagi.

Ada hambatan

Di Istana Wapres, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengakui adanya hambatan yang dihadapi kementerian di bawah koordinasinya, di antaranya terkait masalah regulasi dan pencairan anggaran terkait kementerian lain. "Sebut saja misalnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perhubungan. Begitu banyak proyek yang membutuhkan dana dan regulasi pendukungnya," kata Hatta.

Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto menyatakan, pihaknya akan tetap bersikap lugas memberikan rapor merah terhadap kementerian dan lembaga yang belum mencapai target sampai Selasa (4/1/2011) malam lalu meskipun target kementerian dan lembaga itu terkait dengan sektor, kementerian, dan lembaga lain. "Saya kira tetap menjadi tanggung jawab kementerian dan lembaga meskipun terkait regulasi ataupun pencairan anggaran. Sebab, kami memegang semua apa yang direncanakan dan ditetapkan di rencana aksi kementerian dan lembaga," ujar Kuntoro saat ditanya seusai rapat terbatas di Kantor Presiden.

Saat ditanya, apakah kelugasan sikap UKP4 terkait pemberian warna merah terhadap rapor kementerian dan lembaga yang belum mencapai target karena belum selesainya regulasi atau pencairan anggaran yang terkait dengan lembaga lain bisa dinilai adil bagi kementerian dan lembaga tersebut, Kuntoro menjawab, "Hipotetik seperti itu nanti kita bahas kembali." Lebih jauh, Kuntoro mengatakan, laporan kinerja 34 menteri dan 13 lembaga sudah semuanya diterima sebelum pukul 24.00 malam lalu. "Sekarang kami tengah olah. Kami belum melihat seperti apa hasil capaiannya. Namun, harapan kami hasilnya lebih baik lagi," kata Kuntoro. Demikian catatan online News zin tentang Unit Kerja Presiden.